Jumat, 23 September 2016

Pagi Akan Segera Datang, InsyaAllah


Ketika cahaya matahari memudar dan langit berlahan-lahan menjadi gelap

Cahaya rembulan pun tak cukup untuk menyinari kegelapan dari perginya matahari

Tak ada cara lain selain berusaha mencari cahaya untuk menerangi

Tapi apa yang terjadi

Gelap terasa semakin gelap

Terlebih awan hitam menutupi langit saat ini

Tak sampai disitu saja, awan hitam membawa tangisan yang kurasa bencana tapi bisa jadi rejeki

Gelap ini melelahkan
Gelap ini menjemukan
Gelap ini menakutkan seakan tak berujung
Ingin gelap ini berakhir

Namun
Tak jua kunjung datang sang mentari

Malam

Kita menyebut ini malam

Tapi taukah
Gelap tak pernah gelap
Rembulan, kunang-kunang dan petir sekalipun akan menemani

Walaupun malam, pasti akan tetap ada cahaya

ALLAH ciptakan malam dan siang
ALLAH janjikan kemudahan dalam setiap kesulitan

Seperti saat ini

Saat ini terasa seperti malam yang tak berujung

Namun percayalah akan janji ALLAH
InsyaAllah akan datang pagi itu

Malam ini akan berujung kawan
Percayalah mentari segera datang
Dan sinar pagi akan memecah kegelapan ini
Kita pun akan bersuka cita dengan datangnya pagi

***
Teruntuk sahabat-sahabat kami yang menantikan pagi nya datang.
Kami kan selalu ada dalam gelap dan terang, dalam siang dan malam.
Pagi akan segera datang, InsyaAllah

Sabtu, 17 September 2016

Kisah Di Lampu Merah


Cerita yang mau gue share ke kalian mungkin udah hal umum yang sering kita liat sehari-hari. Seringlah kita setiap berenti di lampu merah bakal dihampiri sama tukang jual koran. Biasa banget kan. Kalo anak-anak yang jual pun udah biasa juga. Dan pastinya banyak dari kita yang sering tidak memperdulikan mereka ya kecuali kita emang mau beli korannya, termasuk gue. Lebih lebih lagi, gue adalah tipikal bukan pembaca koran lebih ke pembaca socmed dan penonton berita gosip hha.

Jadi suatu pagi di perjalanan menuju RS Adam Malik Medan, di salah satu dari beberapa lampu merah yang gue lewatin banyak penjual koran, dari anak muda sampai ibu-ibu ataupun bapak-bapak. Seperti yang gue bilang tadi, kalo gue bukan pembaca koran jd ya gue apatis aja, tapi entah berbeda dengan hari itu. Mobil alias si Bebi BRZ di dekatin sama anak kecil yang gue rasa umurnya seumuran ponakan gue yang kedua, si Imad, sekitar 4 atau 5 tahun. Anak kecil itu ngingetin gue sama si Imad.

Terus lo beli ai korannya?
Enggak pada saat itu

Saat itu gue diam aja sambil menunjukkan isyarat dengan tangan ke dia kalo gue gk beli. Setelah itu dia ke trotoar dan sambil dengan gaya anak kecil yang masih suka main-main dia natap roda mobil, mungkin sambil membayangkan roda itu sebagai mainannya dan memainkan tangannya seolah-olah dia memutar roda mobil. Disitu gue miris ngeliatnya, ya gue akui karena gue kayak membayangkan Imad jualan koran. Di sekitar dia ada ibu-ibu paruh baya, gue menduga itu ibu dia.

Setelah kejadian itu gue mikir balik apalah arti uang seribu buat gue yang mungkin karena strata dalam uang kertas dia paling kecil, jadi dipandang sebelah mata ataupun diabaikan kecuali saat-saat tertentu. Dan gue teringat perkataan

"Carilah selalu alasan untuk membeli dagangan pedagang asongan ataupun penjual koran. Karena mereka bukan meminta, mereka sedang berusaha jadi dukung usaha mereka"

Yaa karena gue melalui jalanan yang sama buat ke RS setiap hari. Gue pasti bakal ketemu sama penjual-penjual koran di tiap lampu merah. Takdir mempertemukan gue kembali sama anak itu. Anak yang membuat gue berpikir banyak sekaligus bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah.

Anak itu kembali berjalan membawa tumpukan koran di tangannya yang kecil dan menghampiri mobil gue. Tidak seperti dulu gue memberikan sinyal tidak membeli dengan tangan, kali ini gue buka kaca dan membeli koran anak itu. Pada saat itu gue memberikan uang selembar lima ribuan sementara harga koran itu satunya seribu.
Anak itu mengambil uang gue dan memberikan satu koran. Pada saat itu ada ibu nya juga disitu. Ibunya melihat anaknya berhasil menjajakan koran langsung berlari ke arah mobil gue dan melihat uang berapa yang diberikan pada anak itu dan tergopoh-gopoh mencari kembalian. Spontan pada saat itu gue tersenyum sambil ketawa kecil (bayangin aja sendiri gimana itu ya hahah) sambil bilang sama ibunya udah bu gpp dan langsung jalan karena lampu udah hijau.

Yang bikin gue ketawa adalah keluguan dan kepolosan anak itu. Dia bahkan belum tau berapa nominal uang dan cara berhitung. Yang dia tau tumpukan koran itu harus dijual. Dijual itu artinya korannya diambil orang dan orang memberikan dia lembaran kertas yang disebut uang. Uang itu yang dipakai ibunya buat menghidupi mereka.

Miris...

Saat Imad ataupun anak-anak lain seusianya masih tertidur dalam pelukan ibu nya atau berselimutkan selimut yang lembut untuk menghangatkan dari dinginnya AC, dia harus berangkat subuh-subuh ikut ibunya mengambil koran dan merasakan dinginnya pagi.

Ketika yang lain sedang sarapan sambil menonton Upin Ipin ataupun bermain mobil-mobilan, dia mungkin masih menahan lapar sambil menonton kemacetan lalu lintas di pagi hari karena jam-jam orang berangkat adalah waktu yang ramai untuk berjualan.

Saat seusianya bermain dirumah ataupun disekolah belajar dan bermain bersama teman-teman, dia bertemankan debu, panas matahari dan asap kendaraan bermotor sampai siang ataupun sore.

Saat anak-anak lain merengek pada orang tua nya untuk membelikan gadget buat main games, mungkin dia hanya bisa merengek pada ibu nya untuk menyudahi berjualan yang dia tau itu tidak mungkin.

Anak-anak lain bermimpi jadi dokter, insinyur, artis, tentara, polisi, guru, pengusaha dll, dia hanya berharap bisa makan, tidur enak dan berhenti jualan setiap hari.

Beberapa anak yang beruntung hidup nyaman tapi malas untuk ke sekolah, tapi bagi dia 'sekolah' adalah kata yang susah, susah dibayangkan.

Cerita diatas gue dapat dari tumpukan draft di blog, tulisan sekitar awal tahun 2015. Gue baru baca tulisan ini lagi tadi dan jadi ingat buat melanjutkan.

Kita gk harus membuat gebrakan besar, bayarin uang sekolah, ngadain galang dana, bikin LSM yang bergerak dibidang itu atau hal-hal lainnya karena itu sulit kalo memulainya sendirian (kalo bisa dilakuin lebih mantap lagi!).

Tapi kita bisa membuat gerakan kecil dan simple namun yaa cukup mendukung mereka, sesederhana membeli jualan mereka dan melebihkan seikhlasnya.

Harta yang sejati bukan nominal di bank ataupun tumpukan emas yang kita simpan, harta sejati harta kita di akhirat bukan di dunia.

Where Should I Go?


Terlalu lama bahkan kelewat keterlaluan untuk sebuah hiatus. Antara lupa cara memulai atau memilih melupakan blog ini.

Berbulan sampe berganti tahun tulisan disini gk diupdate dari masih jadi anak koas sampe udah bergelar Dokter (Dokter belum bersurat izin praktek).
Alhamdulillah

Banyak cerita yang rencana, yaaa masih rencana bahkan masih seputaran di kepala yang mau ditulis. Gk mau PHP kayak kemarin-kemarin bilang bakal update bakal update yang taunya tahun ganti dulu baru update dan gk dipenuhi pula tuh janjinya. Hha.

Jadi kenapa ai tiba-tiba buka blog lagi dan mulai nulis? padahal di awal tadi lu bilang udah males nulis lah udah mau say goodbye bahkan.

Mmm, apa semua pertanyaan harus ada jawaban. Tsaahhhh.
Gini-gini pernah gk sih kalian tuh mau cerita mau nulis cerita ataupun ide di kepala kalian? Kalo lagi hot hot nya pengen di share aja kan bawaannya. Nahh gue lagi ngerasain itu. Kalo gue share di Line dikira curhat, di instagram sok sok pasang foto yang gk berhubungan ama captionnya dibilang norak, bikin cerita panjang di path dikira gue alay nanti, jadilah gue buka si blog 'Reminder' ini.

Jadi ini yang mau gue ceritain...

Berawal dari ke-random-an kemarin malam. Mungkin hari yang semakin dekat ke masa-masa internship namun gue gk kunjung mendapatkan ketetapan mau dimana atau apa yang mau gue cari dari internship ini, jadi bikin gue speak up dan mulai mencoba berpikir serius tentang itu.

Ohh iya, internship ini adalah tahapan selanjutnya buat para lulusan dokter yang baru lulus kek gue buat dapetin izin praktek, yaa sederhananya gitulah. Internship ini bakal dijalanin 1 tahun dan ditempatkan di wahana wahana yang udah disediakan. Nantilah yaa penjelasan lebih jelas tentang internship.

Jadi milih internship ini menggalaukan buat gue. Buat orang lain juga sih gue rasa. Cuman masalahnya gue belum bisa menetapkan mau gue kemana, apakah balik ke tempat yang sedekat mungkin ama rumah di Jakarta atau di sekitaran Medan atau mencoba pulau lain.

Dulu jaman koas kalo ditanya pasti jawabnya sedekat mungkin ama Jakarta pengen dekat sama orang tua. Pengen menikmati waktu-waktu bersama orang tua gue. Itu tertanam di pikiran gue. Sebisa mungkin mau dekat biar bisa jaga dan nemenin Papa sama Mama. Anak Papa Mama yang masih stay di rumah masih ada sih Abang gue yang ketiga, tapi ya pada akhirnya dia bakal pindah juga kan. Makanya gue pengen sebisa mungkin dapet tempat internship yang dekat ke rumah yang bisa Pulang Pergi tiap hari ataupun seminggu sekali balik lah kalo gk.

Terus gue cerita-cerita ama temen gue, Kak Ivo. Doi dapet di daerah padang. Tempat dia agak pedalaman jadi dia bilang happy banget bisa merasakan suasana desa adem sejuk dan kata kata lainnya yang bikin gue mupeng hha. Dan dia bilang " Kakak juga mikirin orang tua kakak yang makin tua. Tapi kakak mikir kapan lagi bisa merantau menjelajahi daerah-daerah yang belum pernah kita datangi sebelum menikah. Kalo udah menikah manada cerita. Lagian ini cuman setahun kok"
Agak-agak terciprat bensin nih semangat menjelajah yang sempat dikubur. Jadi pengen ke Sulawesi, Sumbawa, Lombok, pokoknya daerah timur karena terhasut cerita senior senior tentang wisatanya. Atau malah jadi pengen ke daerah-daerah jawa yaa keknya dekat kan ke jakarta tapi suasana beda.
Ditambah pas cerita sama Mama dan jawabannya "iyaa gpp kalo gk dapet dekat rumah, Ai di Medan atau di sumatera atau di jawa, cuman setahun kok. Ai kan udah lewatin 6 tahun. Sikit lagi sampe ai balik ke jakarta. Tapi janganlah jauh jauh kali, cari yang gampang akses dan ada saudara".

Memang bukan kalimat persetujuan langsung 'pergilah kemanapun' dan jauh dilubuk hati terdalam pasti maunya dekat ya kan tapi gue jadi semakin terbuka berpikir pilihan-pilihan lainnya.

Di Medan sendiri ada pertimbangan khusus. Alhamdulillah disini ada rejeki ngajar. Makanya beberapa bulan setelah kelulusan gue masih wara wiri Medan-Jakarta dan secara gue udah 6 tahun di Medan pasti udah nyaman lah. Temen-temen sejawat, TBM kesayangan, disini juga sodara gue rame jadi wajar juga nyokap prefer gue di Medan daripada di tempat lain yang gk ada kenalan atau sodara.

Tapi hati masih meragu
Masih ingin menjelajah
Masih pengen nyoba hal hal baru
Nyoba lingkungan baru
Beranjak dari comfort zone
Menambah kenalan dan teman teman baru

Kalo gue cerita sama senior senior pasti dibilang, "Tetapkan dulu ai prioritas yang kau cari buat internship apa? Wisata? Pengalaman? Belajar? Duit? Santai? Dekat rumah? Yaa pikirkanlah"

Kayaknya gampang kan menetapkan itu, tapi buat gue memilih gitu mengurutkan prioritas itu SUSAH & GALAU. Kalo yang udah kenal gue tau banget jangan pernah suruh si ai milih. Pada akhirnya MPE gue akan berusaha menggabaikannya dan memilih pura pura tidak memikirkannya. Well...

Sampai kemaren malam gue tiba-tiba membahas sama temen gue secara random. Gue yang mulai cerita kegalauan gue dan sebenarnya gk berharap jawaban. Tapi malam itu gue mulai menemukan pilihan prioritas apa yang gue cari di internship ini.

Ada perkataan temen gue yang nyangkut di otak.
"Permintaan Mama mu kan udah jelas, itu mau Mama mu loh dan gk ada ruginya kau ikutin. Kalo gk dapat ya berarti bukan jalanmu kalo dapat yaa nikmatin aja. Apapun yang kau dapat nanti nikmatin aja"

Pas dirumah gk sengaja nemu foto quote .

"Beautiful things happen when yo do something you Love"

Gue kirim quote itu sama temen gue tadi tanpa kata-kata tambahan atau penjelasan lainnya. Gak berapa lama dia balik kirim foto isinya Al-Quran Surah Al-Baqarah Ayat 216.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, boleh jadi (pula) kamu  menyukai sesuatu padahal ia amat buruk buatmu"
(Q.S. Al-Baqarah:216)

Yang intinya
"Sesuatu yang kau anggap baik belum tentu baik disisi Allah"

Belum sempat gue bales dia langsung bilang, " SKAK MAT! karena aku tau tujuan dan maksudmu kirim gambar quote  itu makanya aku kirim gambar yang ini. Apa yang kau terima nanti ya nikmati aja. Apa yang diminta orang tua mu ya coba aja mungkin memang itu jalannnya"

Hanya Allah yang tau kemana kaki gue bakal melangkah nantinya. Ilmu Allah tiada batasan, ilmu manusia yang pendek, Allah jauhhh melihat kedepan sementara manusia hanya melihat yang di depan mata.

Kisah ini belum menemui ending ceritanya memang. Ending kemana akhirnya gue internship tapi sedikit banyak gue mulai bisa melihat lebih terbuka, terbuka bukan pada keinginan diri gue semata serta meneguhkan hati dan mempercayai bahwa Rencana Allah yang paling indah.
InsyaAllah

Sabtu, 25 April 2015

Kisah Di Lampu Merah


Cerita yang mau gue share ke kalian mungkin udah hal umum yang sering kita liat sehari-hari. Seringlah kita setiap berenti di lampu merah bakal dihampiri sama tukang jual koran. Biasa banget kan. Kalo anak-anak yang jual pun udah biasa juga. Dan pastinya banyak dari kita yang sering tidak memperdulikan mereka ya kecuali kita emang mau beli korannya, termasuk gue. Lebih lebih lagi, gue adalah tipikal bukan pembaca koran lebih ke pembaca socmed dan penonton berita gosip hha.

Jadi suatu pagi di perjalanan menuju RS Adam Malik Medan, di salah satu dari beberapa lampu merah yang gue lewatin banyak penjual koran, dari anak muda sampai ibu-ibu ataupun bapak-bapak. Seperti yang gue bilang tadi, kalo gue bukan pembaca koran jd ya gue apatis aja, tapi entah berbeda dengan hari itu. Mobil alias si Bebi BRZ di dekatin sama anak kecil yang gue rasa umurnya seumuran ponakan gue yang kedua, si Imad, sekitar 4 atau 5 tahun. Anak kecil itu ngingetin gue sama si Imad.

Terus lo beli ai korannya?
Enggak pada saat itu

Saat itu gue diam aja sambil menunjukkan isyarat dengan tangan ke dia kalo gue gk beli. Setelah itu dia ke trotoar dan sambil dengan gaya anak kecil yang masih suka main-main dia natap roda mobil, mungkin sambil membayangkan roda itu sebagai mainannya dan memainkan tangannya seolah-olah dia memutar roda mobil. Disitu gue miris ngeliatnya, ya gue akui karena gue kayak membayangkan Imad jualan koran. Di sekitar dia ada ibu-ibu paruh baya, gue menduga itu ibu dia.

Setelah kejadian itu gue mikir balik apalah arti uang seribu buat gue yang mungkin karena strata dalam uang kertas dia paling kecil, jadi dipandang sebelah mata ataupun diabaikan kecuali saat-saat tertentu. Dan gue teringat perkataan
"Carilah selalu alasan untuk membeli dagangan pedagang asongan ataupun penjual koran. Karena mereka bukan meminta, mereka sedang berusaha jadi dukung usaha mereka"

Yaa karena gue melalui jalanan yang sama buat ke RS setiap hari. Gue pasti bakal ketemu sama penjual-penjual koran di tiap lampu merah. Takdir mempertemukan gue kembali sama anak itu. Anak yang membuat gue berpikir banyak sekaligus bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah.

Anak itu kembali berjalan membawa tumpukan koran di tangannya yang kecil dan menghampiri mobil gue. Tidak seperti dulu gue memberikan sinyal tidak membeli dengan tangan, kali ini gue buka kaca dan membeli koran anak itu. Pada saat itu gue memberikan uang selembar lima ribuan sementara harga koran itu satunya seribu.
Anak itu mengambil uang gue dan memberikan satu koran. Pada saat itu ada ibu nya juga disitu. Ibunya melihat anaknya berhasil menjajakan koran langsung berlari ke arah mobil gue dan melihat uang berapa yang diberikan pada anak itu dan tergopoh-gopoh mencari kembalian. Spontan pada saat itu gue tersenyum sambil ketawa kecil (bayangin aja sendiri gimana itu ya hahah) sambil bilang sama ibunya udah bu gpp dan langsung jalan karena lampu udah hijau.

Yang bikin gue ketawa adalah keluguan dan kepolosan anak itu. Dia bahkan belum tau berapa nominal uang dan cara berhitung. Yang dia tau tumpukan koran itu harus dijual. Dijual itu artinya korannya diambil orang dan orang memberikan dia lembaran kertas yang disebut uang. Uang itu yang dipakai ibunya buat menghidupi mereka.

Miris...

Saat Imad ataupun anak-anak lain seusianya masih tertidur dalam pelukan ibu nya atau berselimutkan selimut yang lembut untuk menghangatkan dari dinginnya AC, dia harus berangkat subuh-subuh ikut ibunya mengambil koran dan merasakan dinginnya pagi.

Ketika yang lain sedang sarapan sambil menonton Upin Ipin ataupun bermain mobil-mobilan, dia mungkin masih menahan lapar sambil menonton kemacetan lalu lintas di pagi hari karena jam-jam orang berangkat adalah waktu yang ramai untuk berjualan.

Saat seusianya bermain dirumah ataupun disekolah belajar dan bermain bersama teman-teman, dia bertemankan debu, panas matahari dan asap kendaraan bermotor sampai siang ataupun sore.

Saat anak-anak lain merengek pada orang tua nya untuk membelikan gadget buat main games, mungkin dia hanya bisa merengek pada ibu nya untuk menyudahi berjualan yang dia tau itu tidak mungkin.

Anak-anak lain bermimpi jadi dokter, insinyur, artis, tentara, polisi, guru, pengusaha dll, dia hanya berharap bisa makan, tidur enak dan berhenti jualan setiap hari.
Beberapa anak yang beruntung hidup nyaman tapi malas untuk ke sekolah, tapi bagi dia 'sekolah' adalah kata yang susah, susah dibayangkan.

Selasa, 09 September 2014

Percakapan 6 Tahun Kemudian


Maaf ya readers karena jarak post kemarin dengan yang sekarang jauh, padahal berkesinambungan ceritanya.
Oke mari kita lanjut pembahasannya.

6 tahun kemudian...

Bertempat disebuah kamar jaga, dikala menunggu visit, timbullah percakapan random tiga anak koas  tentang masa depan.

A1: Aku gk terlalu pengen berkarir ke daerah. Aku mau di sini aja. Terus aku pengen jd dosen.

A2: Aku pengen ke daerah buat pengalaman tapi kalo menetap aku mikir-mikir. Pengen balik ke tempat kelahiran. Kalo kau?

A3: Aku gk masalah mau di daerah pun jadi, di kota pun jadi, tp lebih prefer ke daerah karena menumpuk dokter itu di kota.

A1: Aku merasa kalo didaerah pengetahuan itu kurang update.

A3: Belum tentu, sekarang kan jaman udah canggih bisa update selama kita mau banyak medianya. Lagian itulah gunanya ikut seminar-seminar.

A1: Takutnya kalo didaerah gk da pembanding, jd cepat merasa puas. Di kota pengetahuan dan alat lebih update.

A3: Tapi bertumpuk semua di kota. Kau spesialis pun payah kalo di kota.

A2: mmm, sebenarnya gk masalah mau memilih yang mana. Dulu aku pernah dengar entah peribahasa atau kalimat bijak. Kau mau memilih jd apa? Ikan besar di kolam atau ikan kecil di samudra. Semua itu kita yg milih. Silahkan mau memilih menjadi ikan besar yang menguasai kolam dan memberi pengaruh di kehidupan kolam itu atau menjadi ikan kecil yg menjelajahi dan melihat isi samudra, walaupun ada atau tanpa dia samudra akan tetap sama. Semua terserah kita.

A1: ngak bisa aku jd ikan besar di samudra?

A2: bisa. Kalo kau berusaha, ya tapi butuh proses kurasa.

A1: aku harus jadi tua baru bisa menjadi besar berarti?

A3: ngaklah. Jadilah spesies ikan yang langka di samudra, mau besar ataupun kecil, akan tetap dicari  dan memberi pengaruh di samudra. Jangan jadi spesies kebanyakan yg ada di samudra, be special.

Yg dimaksud dengan si A3, ambil sesuatu yang berbeda dari kebanyakan orang. Bukan menjadi freak biar berbeda. Tapi pandailah dalam memilih jalan. Kalo gue nyontohin kalo ada spesialis urologi jadilah spesialis urologi wanita misalnya yg jarang, atau kalo ada spesialis rambut, jadilah spesialis rambut kering bercabang sembilan, kira-kira gitulah pointnya.

Atau kalo kita mengambil pemikiran A2, bisa aja setelah menjadi besar di kolam, ikan besar baru berangkat ke samudra, dengan harapan dia akan lebih kuat menjelajahi dan memberi pengaruh ke sekitar. Atau dia langsung berenang di samudra dan berusaha menjadi besar disitu.

Mau jadi ikan apa dan dimana itu terserah kita, yang jelas semuanya harus berusaha. Kalo kamu lahir jd orang biasa itu bukan salah siapa siapa, tapi kalo kamu meninggal menjadi orang tak berguna itu salahmu.

Tidak ada yang salah bagi gue sih. Karena ini pilihan. Ada yg cukup dengan kolam ada yg ingin melihat samudra. Semuanya kembali ke hasrat masing-masing.

Dua postingan ini bukan cuman untuk anak kedokteran, tapi untuk semua kalangan. Coba melihatnya dari segala sudut pandang.

*mungkin percakapan diatas kata perkatanya tidak sama, tapi seperti itulah intinya.

Tulisan 6 Tahun Yang Lalu


Ini adalah sebuah tulisan yg ditulis oleh ai di umur 17 tahun *sepertinya. Tulisan ini di post di sebuah blog bersama 4sahabat, kalau tidak salah nama blognya 5bintang dan Ipi itu sebut saja nama pena gue disana.

Kenapa tiba tiba gue pengen menshare tulisan ini karena kemarin tanpa sengaja gue mengambil perumpamaan ini pas cerita bareng temen coass. Tapi next post aja ya gue nulis apa yg membuat gue mengeluarkan kalimat ini. Gaya penulisannya masih jaman SMA jd mohon dimaklumi, sengaja gk diubah ;)

Rabu, 2008 September 24

Ikan Koi dalam Kolam
hy guys...gmana nh kabar rapot bayangan kalian? kebakaran? disirem aja.hhe
bc judul post w di atas? iya kali ini w akan membahas apa saja kegiatan ikan koi dalam kolam selama bulan puasa. gimana cara dia sahur,taraweh dan buka puasa.*ya gk lah!
ada yg pernah baca buku Muka Marketplace Boy?nah judul post kali ini w ambil dr salahsatu bab d buku itu.
ikan koi itu ibarat w. waktu w kecil mungkin kolam menjadi sangat luas untuk dijelajahi tp waktu koi udah dewasa kolam itu terasa sempit dan koi butuh tempat mgkin k samudra.*kata2 yg ada di MMB
Menurut w, w akan menjadi koi yg akan tetap memilih untuk di kolam. kdngrannya w gk mau berkembang yah. tp yg w pkirkan adlh ketika lu menjadi koi d kolam. hal kecil yg lo lakukan akan menjadi berarti. di kolam itu lu bisa membuat perubahan. walaupun hanya dkolam, sdngkn d samudra, lo terlalu letih tuk menjelajahi dan mgkin yg lo lakukan menjadi tdk berarti. yg bagus sih emg menjadi koi besar yg dpt menguasai samudra. 
but its hard right?like what aca said samudra itu terlalu luas. koi butuh bekal yg cukup. perlu bnyak belajar untuk siap berenang d samudra.w setuju bgt!
nah, maksud w lebih baik lu menjadi koi dalam kolam yg telah membuat perubahan, menguasai ilmunya, udah siap dan lo udah mencari tau ttg samudra. ketika lo ngrasa this time to move out. silakan berenang k samudra.
tp ada loh yg tetap memilih untuk menjadi koi d kolam. krn menurut dia ekosistem kolam lebih membutuhkn dia. lo liat aja org2 yg bekerja untuk sekitarnya. membangun desanya. menciptkan usaha untuk menarik tenaga kerja atau relawan yg k pedalaman like butet manurung.
w sendiri masih menjadi koi kecil dalam kolam. msi belajar dan blm memberikan apa2.
kalo menurut kalian gimana?dan kalian masuk k ikan koi apa?tell me oke.
-IPI-

Sabtu, 28 Juni 2014

Marhaban Ya Ramadhan


Assalamualaikum ya akhi ya ukhti
Ini postingan versi ramadhan. #sehh

Baru kemaren rasanya gue wisuda ehhh sekarang udah ramadhan aja. #gubrag
Perbandingannya agak gk pas yah. Orang biasanya bikin kalimat, rasanya baru kemaren lebaran ataupun puasa ehh udah ketemu lagi ma ramadhan. Lah ini malah moment wisuda, tapi beneran kerasanya itu waktu berjalan cepat ya.

Kita sudah di start awal perjalanan ramadhan rasanya kurang lengkap kalo gk memohon maaf. Untuk itu gue mohon maaf lahir dan batin untuk semua perbuatan dan perkataan yang disengaja maupun tidak. Semoga kita dapat beribadah maksimal di bulan penuh berkah ini dan meraih kemenangan di garis finish alias lebaran nanti. Amin

Puasa kali ini beda dengan puasa sebelum sebelumnya, ini kek jamannya gue baru semester satu di FK USU, puasa jauh dari rumah. Nasib nasib nasib anak rantau beginilh. Mudah mudahan jauh dimata tapi dekat dihati. Asekkk. Selain itu beda status, bukan masalah status single menjadi double atau taken atau apalah tapi dulu mahasiswa sekarang koas, bukan merasa lebih keren tapi berarti nambah waktunya wak bukan dari pagi ke siang aja nambah lagi malam karena ada jadwal jaga. Sukur sukur kalo dapat stase yg sibuk alias banyak pasien dan kerjaan ya jadinya bonus lebih capek. Tetap disyukuri aja. Dimanapun berada apapun kegiatannya ramadhan itu selalu membawa berkah. Amin

Malam ini taraweh pertama, seluruh insan menyambut dengan suka cita dan semangat. Kalo gue bilang jamaah ruameeenya ampe tumpeh tumpeh, maksudnya yg shalat ampe ke pelataran masjid. Sayangnya kalo udah pertengahan udah mulai sibuk bukber alias buka bareng jd mulai shalat dirumah. Akhir akhir pada sibuk pulang kampung. Alhasil makin ke penghujung makin berkurang shaf shalat nya.

Waktu ceramah tadi, ustad nya bilang ini ramadhan terspektakuler menurut beliau.
Why? Kenapa yaa...
Karena inilah ramadhan yang didalamnya ada PILPRES dan PIALA DUNIA.
Bener juga yang beliau bilang, dua event itu ada di dalam ramadhan kali ini. Menurut beliau, bukan cuman calon aja yang berdebat masyarakat pun ikut berdebat membahas siapa yang pantas jadi RI 1. Nanti pas siap pemilu pada sibuk nonton quick count. Kejadian yang hampir sama terjadi karena euforia piala dunia, sibuk pen nonton piala dunia jd tinggal taraweh gk tadarusan juga, ngantuk begadang jadinya gk sahur, alhasil gk puasa. Lebih parahnya lagi kalo sampe taruhan. Hilang sudah kemuliaan bulan ramadhan ini.

Pas denger itu gue ampe mesem mesem sendiri, iyaa juga bener yang beliau bilang dan itulah memang yang terjadi di masyarakat.

Semoga kita masih menjadi orang orang yang istiqamah sampai di akhir. Amin

Ohh iya senin gue udah masuk minggu 12 di interna yang artinyaaa minggu ujian. Aaaa~~~ belajar masi sikit kaliiiii kaliiiii kaliiii. Huhuhu mana menurut perhitungan minggu kami ini bakal dapat penguji yang lumayan hemmm. Semogalah siapapun pengujinya dan apapun kasus pasiennya, gue lulus dengan nilai yang bagus. Amin. Doain yaaa *entah siapa pun yang baca ini tulisan*

Udah lah sekian dulu post kali ini, td nulis ini karena belum ngantuk ini mata udah kriyep kriyep, enak keknya tidur dulu baru kalo bangun kita belajar (kalo ya kalo).

Anyway, udah buat target buat ramadhan? Bikin yokkk, gue juga belum sih. Pengennya buat biar lebih semangat dan on fire. Hho

Night all
Janga lupa niat puasa yo
Wassalamualaikum

Kamis, 26 Juni 2014

Its Feels NICE!


Hello untuk siapapun yang setia membaca blog yang munculnya setahun sekali ataupun yang gk sengaja terdampar ke sini akibat mbah google.

Postingan terakhir tu kalo gk salah sebelum gue koas alias dokter muda tapi lebih sering diteriakin DEK KOASSS! Hha

Udah hampir 5 bulan gue menjalani status sebagai koas. Sudah melewati 3 stase yaitu radiologi, gizi, dan gimul. Sekarang gue lagi di interna atau penyakit dalam minggu ke 11 yang artinya minggu depan gue ujian. *sigh*

Masalah tentang ujian interna kita skip saja dulu. Nanti setelah ujian gue bakal update berita seputar koas dan ujian di interna. Wish me luck and pass for my posttest interna okay!

Tadi sebenarnya iseng iseng buka blog dan baca hampir semua postingan. Baca dr jaman baru pindah alamat ke sini, baca tulisan yg jaman smp di blog lima bintang yg disadur dimasukin ke sini, tulisan jaman perpisahan bimbel, pengumuman ujian snmptn, kegalauan pasca gk diterima di FK UI, penolakan dan penerimaan atas kenyaataan hidup ini *hasekk*, adaptasi di FK UPN, ujian di FK UPN, keputusan pindah ke FK USU, rindu jakarta, rindu teman teman UPN, rindu suasana kampus yg dulu, kisah di kampus USU sampai dengan postingan terakhir.

Rasanya seperti membaca metamorfosa seorang Juliana Sari Harahap. Cara nulis yang berubah, sudut pandang yg berubah, emosi yg berubah setiap momentnya, kalimat kalimat yg dikutip sebagai penyemangat ataupun pengekspresian perasaan, kisah kisah yang bahkan kalo gue gk baca gue lupa pernah menjalani itu. Rasanya nicee!

Gue juga baca komen komen yang ada di postingan ini, ada postingan yang bahkan gue gk pernah tau ada yang komentarin, ya karena emang gue juga jarang banget meratiin komen. Ada yang dari tahun 2012 gk gue jawab ampe sekarang, padahal dia seseorang yang gue admire dan gue tulis dalam blog gue ini, adalagi pertanyaan pertanyaan seputar perkuliahan. Tapi yang paling ngena emang pas baca komentar di tahun 2012 untuk postingan gue setahun yang lalunya. Rasanya kek "heyyy ada yang baca tulisan lo lohhh" lebih senangnya lagi itu orang yang lo tulis betapa lo kagum dengan dia. Lebay mungkin ya, maklumlah gk pernah pula kek gini. Haha

Anyway, blog ini benar benar reminder perjalanan hampir empat tahun gue rasanya. Walaupun realisasi untuk produktif menulis dari dulu sampe sekarang gk pernah terjadi. Tapi yang tertulis di blog ini sudah cukup meREMIND gue untuk apa gue menulis, apa rasanya menulis dan apa rasanya membacanya setelah sekian lama.

Next postingan rencana gue bakal cerita perasaan dan pengalaman menjadi dokter muda alias DEK KOASSSSSS!!!! Hha

Senin, 03 Maret 2014

Arti


Banyak cara Allah mempertemukan.
Berawal dari asing lalu berkenalan merubah kata asing itu.
Tidak semua sifat bisa kita tolerir di awalnya.
Entah sejak kapan walaupun kita tidak dalam satu kepentingan dan tidak berada dalam satu tempat lagi.
Kita justru semakin paham sifat satu sama lain.
Anda menjadi orang yang saya cari ketika ada masalah ataupun hanya kebosanan atas rutinitas dan organisasi.
Tidak ada hal yang istimewa ketika kita bertemu, lebih banyak cerita cinta masing-masing atau sekedar mentertawakan kejelekan satu sama lain.
Sebagai lawan bicara dalam diskusi, saya adalah orang yg dengan ke-sok-tahu-an tingkat tinggi yang kalo tidak dijawab dengan cerdas dan masuk logika saya, hanya akan membuat anda terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan yang terkadang menyebalkan. Tapi anda berhasil menjadi teman diskusi yg menyenangkan.
Percayakah jika saya bilang anda menjadi salah satu orang yang saya andalkan? Sepertinya sih begitu.
Kata orang selalu ada alasan dan arti dari setiap pertemuan dan kejadian.
Dan...
Menjadi teman baik adalah arti pertemuan kita .

Jumat, 25 Oktober 2013

I think I'm addict


Terakhir  post sebelum midterm GIS, lamaaa nya untuk update blog lagi ai ai. Kesibukan ataupun sok sibuk yang bakal jd alasannya, ahha. Kali ini gk ada target muluk muluk lah untuk update sebulan sekali atau tiap hari atau setahun sekali, udah capek di PHP-in oleh diri sendiri. *loh

Udah hampir seminggu gue mutusin buat non aktif socmed, tp gk semua sih. Twitter dan instagram terutama.

WHY?

Gue adalah orang yg kepo, mmm oke jgn sebut kepo, di medan sendiri arti kepo bisa kampung sedangkan yang gue maksud orang yg penasaran. Ya ya gue orangnya penasaran, kalo penasaran urusan kuliah mungkin gk papa, lah ini ma urusan orang, hadehhh. Jadi kalo gue buka instagram gue emang cuman follow orang orang tertentu tapi nanti dari komen orang di foto si following, gue liat ig nya si temennya following kita sebut A, ternyata A punya abang si B, terus B ada ig terus gue liat, dan ternyata si A ada foto ma temen temennya CDE, terus ada yg gayanya oke, buka C ternyata di protek okee lanjut D, D ada tp sedikit fotonya, dan si E ternyata hanya akun kosong. Berhenti sampe disitu? NO! Gallery si A ada foto ma laki laki, mmm pacarnya bukan ini ya, oke cek ig nya, yapp betul si F adalah pacarnya A. Berenti? Jelas tidak! Gue nyari tau sejak kapan A dan F pacaran, buka buka foto foto lama di gallery, nemu dan gue kadang menarik kesimpulan sendiri, wahh mrk jadian pas bla bla udah bla bla.
Dan itu baru dari satu foto teman temannnn!!!

Kalo ada yang nanya, ya buat apa lo ngekepoin semuanya juga ai? Gue juga gk tau, cuman suka aja setiap foto menimbulkan penasaran terus buka satu timbul penasaran selanjutnya lalu berlanjut dan berlanjut terus.
Something wrong with that? YES!!
Waktu gue sering terbuang untuk kebiasan ataupun kekepoan gue ini. Produktifitas jelas menurun dan kuota jelas berkurang. Ahahah

Awalnya gue emang gk mau buat ig karena tau sifat gue ini, tp karena teman teman banyak yg buat pas beli note gue buatlah si ig ini. Merasa bisa mengontrol diri ternyata gk.

Hal yang sama terjadi dengan si twitter. Gue orangnya suka komentarin apa yg gue alamin menjadi tulisan. Tp akhir akhir ini yang gue tweet dikit, tp setiap gue ambil BB bukan berat badan tp blackberry. Seperti sebuah refleks gue akan buka bbm walaupun  gk da disitu tanda bbm masuk terus cek recent update lalu buka foto display picture kontak di RU, setelah siap di bbm, gue refleks membuka twitter yang urutan aplikasinya di bb gue bikin pas di samping bbm. Terus gue baca baca timeline kalo ada yg mau dikomen, dikomen kalo gk da maka gue tutup BB. Kalo ini gue lakuin cuman sesekali gk papa, tapi ini gue bisa lakuin setiap gue buka BB, buka bbm, buka sms dan disaat kosong entah mau ngapain ataupun bosan ataupun disaat mati gaya, ahahha.

Memang ada hal hal bermanfaat yang gue kerjain selain itu sih, misal gue ngetweet ttg event TBM, ttg ulang tahun orang ataupun retweet twitter instansi yg terkait sama kadang diendorse bisnis temen, hahaha. Tapi kalo gue bikin SWOT dari ig dan twitter maka yg gue rasa lebih banyak kerugian yang ada, rugi dari waktu, tenaga dan pikiran untuk hal hal yang gk penting. Memang ada manfaat lainnya  misal info info dari berita yang gue dapat entah kesehatan, internasional, nasional ataupun seputaran kampus. Kalo ig gue sering liat foto foto instanusantara ig bu ani dan illusionart. Jadi gk sepenuhnya buruk juga socmed itu, tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Gue belum search sih kapan seseorang disebut addict, tp gue udah menyatakan diri gue udah mulai ataupun udah addict terhadap 2 socmed tadi. Makanya gue lagi mencoba menonaktifkan kedua akun itu, entah sampe kapan, tp saat saat ini gue belum berpikir untuk kembali.

Kalo FB gimana ai? Kalo FB gue emang udah gk aktif, mungkin udah gk ngeHits lagi dan orang mulai beralih ke twitter lalu ke ig dan sekarang ke path. Fb sejauh ini masi aktif tp gue bukanya cuman buat liat notif yang masuk ke grup TBM atau pengen ambil foto yang ditag temen ke FB, selebih ya jarang buka. Kalo gk salah gue juga pernah ngepost cerita addict FB? Aihhh, kejadian lama terjadi hanya berbeda socmed, hha.

Untuk Path, gue punya tapi gue terlalu malas untuk update di path. Mungkin masih di tahap belum tertarik. Semoga gk tertarik lah, hha. Tp sampe saat ini akun socmed yg aktif di note ya si path. Karena gue menilai traffic di path itu rendah jd kalo gue buka sehari sekali pun masi sama sama aja beritanya dan kalo gue kepoin orang, orangnya bisa tau kita visit.

Menghentikan kebiasaan gue ini gk bisa drastis mesti da pengalihnya. Kalo gue yang biasa melihat berita orang tiba tiba dibuat macam isolasi dari berita luar gue bisa berontak dan alhasil balik lagi. Jadi berita luar yang gue bisa kepoin ya dari path, recent update bbm sama timeline line. Entah dua yang terakhir itu masuk hitungan atau gk, tp sedikit membantu menanggulangi.

Akhir akhir ini juga kepikiran pengen berenti pake bb, tp melihat masih banyaknya komunikasi lewat bbm. Jadi, belum bisa move on dr bb.

Kemudahan komunikasi sekarang ini bisa membuat yg jauh terasa dekat yang dekat menjadi jauh. Dua orang sahabat yang terpisah benua samudera bisa tetap curhat dan cerita cerita tanpa terasa jarak yg memisahkan. Tapi juga dua orang saudara yang terpisah hanya tembok memilih menggunakan socmed untuk sekedar nanya 'dek, mama dimana?' Ataupun ngasih tau 'kak makan malam yok'.

Buat mengalihkan hasrat gue bercerita,teringatlah kembali akan blog Reminder yang udah lama banget gk diupdate. Jadi sekitar satu jam yang lalu gue download app blogger di app store dan this is it ... *layaknya farah quinn*

Udah jam 8:11 pm. Masih ada sekitar 10 K lagi slide yg belum gue baca buat Midterm Famed 1 besok. Muak baca MTBS dan MTBM aaaaaaa!!!
Wish me luck for midterm family medicine 1 tomorrow.
See ya ~~

Anyway, do you feel same with me? Or " I think I'm addict with socmed " ?
;)

Kamis, 15 November 2012

Hibernation Almost One Year


Lama kali lah ku anggurin ini blog yah. (logat medannya keluar). Beneran lama! bisa diliat dari postingan terakhir itu kapan. Hampir setahun, dari acid ulang tahun sampai acid mau ulang tahun lagi.

Sebenarnya alasan klise yang bakal diungkapkan kalo ditanya kenapa gk nulis lagi "sibuk ditambah males". Basi kan alasannya, hha. Banyak hal yang terjadi selama hampir setahun lebih ini dan bisa diceritakan bisa di share ama orang baik pembaca tetap maupun pembaca yang nyasar karena si google dodol yang suka salah mengerti keyword orang dan mengaitkannya ama postingan di dalam blog ini, hha.

Jadi, kenapalah tiba-tiba inget lagi sama blog Reminder yang hampir terlupakan ini? berawal dari komentar seorang senior yang iseng-iseng ketik keyword TBM dan google pun dengan sok pintarnya menampilkan postingan tentang cerita waktu gue pelatihan balut bidai TBM. Dia cerita kalo dia akhirnya jadi baca postingan gue tentang TBM itu. Nah, gue lupa gue nulis apa aja tentang TBM disitu, malam-malamnya gue buka lah blog dan baca postingan Pelatihan Balut Bidai, TBM FK USU Lanjut akhirnya baca isi blog dari mulai pertama kali posting di alamat blog yang ini sampai posttingan yang terakhir dan ...

Gue kangen untuk nulis lagi.

Setahun ini terlalu sibuk menyibukkan diri sendiri atau pun sok sibuk. Padahal tujuan bikin blog salah satunya buat ngelatih nulis. Ya walupun bukan tulisan karya ilmiah, at least ada yang di tuliskan. Target untuk setiap hari nulis diary atau lebih keren gue nyebutnya jurnal sehari-hari pun gk jalan. Kendala biasa, niat yang belum sepenuh hati. Baru pulang maghrib langsung malas ngapa-ngapain. Banyak waktu yang gue sia-siakan tanpa hal yang produktif. Jurnal sendiri bisa jd tolak ukur apa aja yang udah gue lakuin, apa yang gue sia-siain dan apa yang bakal gue lakuin kedepannya, sebagai tolak ukur dan bahan instrospeksi diri. Bijak ya kedengerannya huahahaha. *lemparin botol*

Oke mulai hari ini, 16 November 2012, gue Juliana Sari Harahap alias Ai, akan berusaha untuk kembali aktif menulis, setidaknya seminggu satu kali.
*ketok palu*


Besok Midterm GIS-2 wish me luck oke. Ini baru mau mulai belajar, asli beneran! ini jujur! bukan merendah... fufufu


byeee...
see you in next posting asap


Minggu, 27 November 2011

World In Your Hands



WORLD IN YOUR HANDS

Perkembangan ilmu pengetahuan semakin hari semakin pesat. Tidak hanya dari bidang tekhnologi ataupun komunikasi, tapi juga di bidang kedokteran. Pada tahun 1908, peneliti dari rusia dan jerman mendapatkan nobel karena karya nya tentang system kekebalan tubuh manusia,. Sebelas tahun kemudian, Jules Bordet mengetahui mengenai sistem komplemen dalam imunitas. Dunia mengenal tentang antibody dan antibody monoclonal lebih dari 60 tahun setelahnya.

Tak hanya itu, dulu ketika seseorang didiagnosis menderita Ca Cervix atau Kanker Mulut Rahim, dunia belum dapat menjelaskan penyebabnya. Haralad zur Hausen melakukan penelitian mengenai penyakit ini. Apakah yang menyebabkan seseorang bisa terkena Ca Cervix? Pertanyaan ini terjawab pada tahun 2008, Haralad menemukan bahwa penyebab Ca Cervix adalah infeksi dari Virus HPV (Human Papiloma Virus).

Pada pengobatan cancer, sudah berkembang pendekatan-pendekatan terbaru tentang chemotheraphy. Sebut saja pendekatan Isolated Infusion atau Infus terisolasi, dengan  dosis kemoterapi yang sangat tinggi ke daerah tumor tanpa menyebabkan kerusakan sistemik yang luar biasa. Adalagi electrochemotherapy , kombinasi perlakuan di mana suntikan obat kemoterapi diikuti oleh aplikasi tinggi pulsasi listrik tegangan lokal untuk tumor. Apakah sudah sampai disini saja perkembangan tentang pengobatan cancer? Ternyata tidak. Pada tahun ini, Ralph Steinment, Bruce, dan Jules menemukan tentang sel dendritik dan peranannya dalam imnuitas adaptif. Penemuan yang mereka lakukan ini berhasil menarik perhatian dunia dikarenakan bisa menjadi vaksin anti kanker, merupakan sebuah harapan bagi penderita kanker terutaman kanker stadium lanjut.

Jika saja Ralph dan kawan kawan tidak pernah melakukan penelitian, pengetahuan tentang sel dendritik pun takkan diketahui dan cerita tentang vaksin anti kanker pun tak pernah ada. Jika semua orang hanya berdiam diri dan menerima apa adanya tentang cancer cervix tanpa ingin mengetahuinya mendalam, maka kita takkan pernah tau penyakit ini disebabkan oleh infeksi HPV. Yang lebih menyedihkan lagi jika 100 tahun yang lalu  para peneliti tidak menemukan tentang sistem kekebalan tubuh manusia, maka tidak akan ada cerita di atas tersebut.

Ilmu merupakan buah pemikiran manusia. Dia merupakan hasil pemikiran dari proses mempertanyakan, menduga, mencari tahu, mencoba dan menyimpulkan. Proses itu dinamakan penelitian.  Ilmu sesuatu yang berkembang tapi bisa juga tidak. Mengapa?karena tidak ada yang mengembangkannya yaitu kita. Bisa-bisa saja kita berdiam diri dan menerima apa yang telah ditemukan para peneliti terdahulu. Atau kita sudah nyaman dengan keadaan kita sekarang. Tapi pada dasarnya manusia itu memiliki rasa ingin tahu dan rasa tidak pernah puas. Jika dua hal tersebut kita gabungkan untuk menemukan hal-hal baru, maka akan terbentuk ilmu-ilmu yang semakin memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hidup kita.
 Orang bijak mengatakan “Siapa yang menguasai ilmu pengetahuan, maka ia akan menguasai dunia”.  Untuk menguasai dunia, kita mebutuhkan ilmu pengetahuan, untuk mendapatkan ilmu kita melakukan penelitian dan untuk itu semua kita harus memulainya dari diri sendiri.


“Science begins from research, research starts from your hands and after that world in your hands”


nb: sebuah essai yang dibuat untuk tugas Pekan Ilmiah Mahasiswa 2011-SCORE. Dikerjakan di tengah malam menjelang pagi karena masalah niat yang setengah hati. Berdasarkan pemikiran dan refrensi penemuan-penemuan di bidang kedokteran-wikipedia. Mendapat nilai 68 dengan nilai terbaik dari seluruh essai yaitu 72. *uhuk *plak *dilempar massa
Sabtu, 19 November 2011

20 Hal yang Mengingatkan Gue tentang Astrid Felandine Noor Sandiata


   
 ASTRID FELANDINE NOOR SANDIATA

  1. Tiap denger atau lewat bekasi, gue inget babelan. sometimes gue suka nanya ma orang bekasi 'tau babelan gk?' karena lu cerita jarang orang bekasi tau babelan, babelan itu ibarat kampung kampungnya lagi. Dan biasanya orang nanya 'kenapa nanya?', gue 'temen gue tinggal disitu'.
  2. Tiap liat jam dan angkanya lagi sama 00:00 atau 19:19 gue bakal inget lo yang suka make a wish pas liat tu jam dan gue jadi suka make a wish juga jadinya, ahahah
  3. Tiap denger kata 'yaa secukupnya aja'. inget gk pas kita mesen di pakde (mm pakde bukan si apa buk de? yg beli sop itu) pas kita nanya dagingnya seberapa dan dijawab 'yaaa secukupnya aja kak'. Kalo kita lagi sama-sama pasti bakal ketawa ngakak dengernya. tapi kalo gue doang tu rasanya pengen ngakak tp gk da yg ngerti, alhasil mesem-mesem sendiri deh.
  4. Tiap nonton Narnia, gue langsung keinget lemari di kamar lo, dan ekspresi lo pas ngomong 'etttt ini pintu kudu ditutup nanti masuk kita ke narnia' sambil nutup pintu lemari atau pas ada sesuatu hal dan lu buka pintu lemari dan bilang 'mmm gue masuk ke narnia dulu yeee'
  5. Tiap liat nasi goreng dipinggir jalan dan pas malam-malam, inget kita hampir mati di tombo kangen bertiga ma nanda karena keracunan asap. oh iya sama ini, pas tengah malam gue ngajakin lo keluar buat beli makan, makan apa ya? gue juga lupa. keknya tombo kangen juga dan abang-abangnya getek gitu.
  6. Tiap denger ataupun inget dr. *a*ri* atau kita sering bilang si nci, pasti keinget omongan-omongan kita tentang dia. ahhah
  7. Tiap liat tanktop polkadot item dan berenda-renda(kalo gk salah) pasti gue inget lu. karena itu baju yg lu pake pas kita pertama ketemu.
  8. Tiap liat facebook, twitter, recent update dan foto foto nista lo di hape gue. ahhaha yaiyalah
  9. Tiap liat nama si 'ehem' di twitter dan bbm gue, pasti gue inget lo. ya walopun sekarang udah illfeel ma dia, ahahha. oh iya sama kalo si joshua hua hua hua
  10. Tiap denger manado inget elu. Apalagi kalo gue ketemu anak ama emak manado, kayak waku di busway tuh, sumpah inget lu ma tante gue, ahaah
  11. Tiap denger kata 'Nyai', gue inget ekspresi lo pas dikamar nanda, disaat kak iea ama nanda lagi ngobrol seru tentang topik yang lain dan lo ketawa-ketawa sendiri ngebaca tweet tentang nyai. gk cuman itu aja, lu motong omongan kak iea dengan bacain tweet 'nyai' lo itu dan muka lo disitu bahagia banget, ahahah. ampe berkali-kali sampe akhirnya muka kak iea dah males ketawa krn kesel lo potong dan lo bilang 'oke ini yang terakhir yaa denger deh....'(tetep kekeuh cerita) dan lu ketawa ngakak, gue nanda dan kak iea cuman bisa geleng-geleng dan ketawa bukan krn tweetnya tp krn lo nya, hauahah
  12. Tiap denger lagu 'a whole new world'. sejujurnya gk cuman inget lo doang si kalo denger ni lagu
  13. Tiap liat karaoke box, inget lu gue ma nanda pasti kalo ke cimol setidaknya ke sana. lu dan nanda dengan lagu wajib dan lagu pengiring lainnya, sedangkan gue cukup dengan 'father and son' huaahhaaah
  14. Tiap denger playlist di laptop 'lagu baru dari acid' hahaahha, yg dulu gue pernah minta lagu lagu ma lu dan gue namainnya playlist 'lagu baru dari acid' hemm kurang kreatif yahh
  15. Tiap gue lagi ngelucu ala anak fk tp lawan bicara gue gk seasik lo. biasanya kita kalo ngelucu ala anak fk gitu, abis ketawa garing trs bilang 'sedihh ya jd anak fk,ngerasa gk sense of humor kita menurun sejak fk, ngelucunya pun garing ttg fk gitu, kalo kita ktm orang non fk pasti dia krik krik, mirisss' ahahaha
  16. Tiap liat gambar yang lu bikin buat gue pas ulang tahun kemaren
  17. Tiap liat botol minum, sepatu kets dan ransel terkadang gue keinget lu yang suka bilang 'kalo gini lu ajak ke cina juga gue hayuuu'
  18. Tiap lewat toko-toko strawberry toko-toko pink or something like that, inget lu ma nanda yg suka beli hal hal imut yang gk terlalu penting. -_-"
  19. Tiap lewat atau mau beli indomie dan liat mie cakalang. gue inget lu bilang mie cakalang tu enak banget, kerasa ikannya. dan ampe sekarang gue belum pernah makan mie cakalang, ahhah
  20. Tiap gue liat orang yang cuek dan apa adanya gk peduli kata orang, disaat itulah gue inget lu. Acid yang apa adanya jadi diri sendiri tanpa peduli apa kata orang.
Mungkin gk semua 20 hal yang mengingatkan gue tentang lu ini selalu mengingatkan gue akan lo, kadang ada hal hal random yang bisa ngingetin gue ama lu juga, ahahah. ini cuman sebagian yang terpikirkan saja. Anyway, Selamat Ulang Tahun, Selamat Berkepala DUA
nb: ini bukan gue yang basket ya tp gue abis disemprot ama mrk jd baju basah gitu






Ai Harahap
From Medan




*seperti permintaan lo, nantikan lagi ya tulisan ttg lo juga. hahaha, satu satu kita keluarinnya yooo.
Rabu, 19 Oktober 2011

Don't Ever Play As GOD !


Kemarin gue kuliah BHP sama dr. Ibnu. Ada beberapa hal yang dari perkataan dia selama kuliah yang membekas di gue #esssehhhh. Ini beberapa kutipan-kutipan kalimat yang dia bilang

Pertama,

"don't ever play as god"

Yang kalo kita indonesiakan secara mentah mentah menjadi "jangan pernah bermain sebagai Tuhan". Kalimat ini tuh tercetus karena topik pas kuliah tuh Euthanasia. Kalo kita aplikasikan ke topik kuliah kemaren, jangan pernah bermain sebagai Tuhan yang menentukan hidup atau mati seseorang. Karena kita bukan Tuhan yang berhak untuk melakukannya.

Gue jadi teringat seorang kerabat dekat sangat dekat yang divonis ca mammae stadium 3B dan saat itu dokter yang mendiagnosa dengan simpelnya bilang 'kalian bawa pulang aja, kasi makan enak, kalian senang-senangin umurnya gk lebih dari 3 bulan lagi' wew, You think you god! but sorry you're not! dia tetap survive 6 tahun.

Menjadi dokter terkadang membuat lo lupa akan suatu Dzat (Allah) yang bekerja diatas. Ya memang menurut ilmu pengetahuan dari prognosis kita bisa menentukan bonam atau malam kah suatu penyakit, tapi bukan tugas kita emnentukan umur seseorang.

Tadi sempat terjadi percakapan antara gue dan si nci via bbm, si nci nanya pendapat gue 'gimana kalo lo tau prgonosis orang terdekat lo itu malam tapi dia gk tau karena dokternya bilang gk papa kok'. Keluarlah kalimat don't ever play as god.

ai: Memang sedih nci kalo orang terdekat lo kena penyakit dan lo sebagai seorang calon dokter tau prognosisnya, sedih berat semua campur aduk. Tapi jangan pernah jadi Tuhan, jangan pernah menghancurkan semangat seseorang untuk sembuh, yang mesti lo lakuin menyuport dan berusaha maksimal mungkin.

nci: tp sebenernya di dalam hati lo tetap bermain sebagai Tuhan gk sih. lo suport tp lo tau kemungkinannya

ai: gue lebih menyebutnya menunggu jawaban nci. Ketika lo menyuport, berusaha maksimal dan berdoa untuk yang terbaik, sebenernya yang ditunggu adalah jawaban dari Tuhan

Memang gue hanyalah mahasiswa kedokteran yang belum pernah menghadapi posisi sebagai dokter yang harus mengatakan berita buruk. Tapi, ingatlah teman ketika kau berada di posisi yang mengharuskan lo mengambil keputusan "don't ever play as god"


Kalimat Kedua,

"Jika Tuhan menghendaki anda sembuh, maka dia akan bekerja melalui pikiran dan tangan saya"

Mungkin itu kalimat biasa aja, tapi gue sangat terkesan karena dari kalimat itu menggambarkan bahwa diri seorang dokter bukanlah dewa tapi perantara Tuhan dengan seseorang yang sakit untuk sembuh. Ilmu yang akan menyembuhkannya, ilmu datang dari pikiran dan tangan yang akan menggerakkannya. Itu semua datang dari Allah. Jika Allah tidak berkhendak maka bisa saja dia menutup pikiran jika dia ingin menyembuhkannya dia bisa bekerja di pikiran seorang dokter. So, be humble.


Kalimat Ketiga,

"anda berkewajiban untuk memintarkan teman anda"

kita gk pernah tau, di masa yang akan datang nanti mungkin kita bisa jadi dokter paling hebat tp jika kita sakit atau keluarga sakit apa pasti kita yang akan menolong? gk kan.

Siapa yang tau kalo suatu saat nanti orang tua kita dirawat oleh teman kita, atau istri kita harus melahirkan dan yang membantu persalinannya adalah teman kita, atau saat anak kita sakit di suatu daerah ketika kita berpergian dan dokter anak yang ada disana ternyata teman kuliah kita dulu, atau kita kecelakaan dan teman kitalah yang sedang jaga di IGD.

Jika ternyata teman kuliah kita yang paling bodoh yang akan menolong orang tua kita, apa kita mau? Jika istri kita akan ditolong teman, yang kita tau dia bodoh kali waktu blok repro, menolong persalinan kala 1 2 3 4 gk pande, bisa bisa anak terancam atau istri PPH. Jika ternyata dokter yang ada di tempat itu cuman si A, sedangkan kita tau si A ini waktu blok GDS suka main-main, kuliah gk pernah datang tutorial pun datang setor muka aja. Jika ternyata dokter IGD itu adalah kawan kita yang sembrono, asal, lambat pula kerjanya, entah gimana nasib nyawa kita.

Sempet tadi pagi gue iseng-iseng nanya sama seorang kawan

A: ehh si 'itu' (kawan yg terkenal gk pernah masuk kuliah, kerjaan hura-hura aja, dan sombong) mau jadi sp.OG loh. kalo misalnya kau mau melahirkan mau kau ma dia?

B: ishhh mending aku sama dukun beranak daripada sama dia. entah kek mana nasib aku kalo sama dia.

lucu sebenarnya tanggapan dari si kawan ini. Dia lebih milih sama dukun beranak sankin dia gk yakinnya sama si kawan satu lagi. hahaha

itu semua karena kita tau waktu kuliah dia seperti apa. Bagaimana kalo seorang bukan teman sejawat yang akan berobat yang gk tau riwayat anda selama kuliah? apa itu nasib dia mendapat dokter begajulan ataupun bodoh? memang terkadang tidak adil, gue suka merasa dokter itu harus sempurna. Dokter mesti pintar, dokter mesti tau semua, dokter gk boleh salah bikin keputusan, dokter gk boleh salah sedikitpun.

Dulu gue pernah bilang sama dosen kewarganegaraan saat presentasi tentang mal praktek "dokter juga manusia yang bisa salah" dan si dosen menentang keras pendapat itu. Dan saat ini gue sadar kalo dokter gk boleh salah karena yang dia kerjakan berhubungan dengan nyawa orang.

Jadi wahai teman-teman jangan pernah pelit ilmu, buatlah temanmu lebih pintar darimu. Dan kau teman, buatlah dirimu pantas untuk mengobati orang, teman sejawat ataupun keluarga teman sejawatmu.


Kalimat Keempat

"dokter dibayar untuk membuat pilihan"

seorang dokter di bayar untuk membuat pilihan, pilihan untuk pasiennya. Anda dibayar untuk diagnosa, apa anda harus menelepon kawan yang lain untuk menentuka diagnosa? jadi biasakanlah diri anda untuk menentukan pilihan dengan tepat.


Kalimat Kelima

"being a doctor is a long life learning"


ilmu yang diajarkan ama dosen gue sekrang mungkin 5 tahun lagi menurut penelitian ternyata gk efektif lagi ataupun ada penemuan-penemuan lainnya. Kalo kita gk memperbaruhi maka pasien kembali yang kena imbasnya.


yaaa itu lah beberapa kalimat yang mau gue share. Mohon maap kalo ada perbedaan pendapat mengenai masalah ini, tapi ini pure apa yang ada dipikiran gue saat ini..
Minggu, 09 Oktober 2011

Lagu Gelombang-Khalil Gibran


Lagi belajar gangguan haid mendadak keinget sebuah puisi di novel yang udah lama banget gue baca. Gue lupa nama novelnya, tp gue cuman inget di kalimat itu ada 'haruskah ku menari'. Search di google dengan keyword 'novel teenlit pertama' ketemu dealova bla bla bla sampai ada tulisan 'Fairish'

aaaaa ini dia judul novel yg dari dulu gue mikir apa namanya karena suka ama puisi dia di akhir cerita. Search lagi dengan keyword 'puisi di novel fairish haruskah ku menari' dan

violaaaaa.....

ketemuuuu lallalalalal.

ini nih puisi yg gue maksud

Lagu Gelombang

Aku telah bernyanyi untukmu
Tapi kau tidak juga menari
Aku telah menangis di depanmu
Tapi kau tidak juga mengerti
Haruskah aku menangis sambil bernyanyi

[khalilgibran]

Haruskah seluruh nilai terabaikan
Agar kau bisa menari dan mengerti
Atau haruskah cerita itu terulang
Agar aku bisa menangis dan bernyanyi

……………………..

Haruskah tarianku lebih vulgar
Agar kau bisa memahami
Atau haruskah aku berteriak
Agar kembali menjadi manusia tak tau diri

……………………..

Haruskah aku berdiam diri
Agar tarianku tersembunyikan
Ataukah harus aku berontak
Agar kau bisa melihat tarianku

……………………..

Haruskah aku memaksa
Agar kau merasa terdesak
Ataukah harus aku mematung
Agar kau tak merasa tersudut

……………………..

Haruskah aku menghilang
Agar kau tak merasakan beban
Ataukah harus aku pergi
Agar kau tak perlu mengilangkan diri

……………………..

Haruskah aku …


Harusnya aku menyadari
Kau tak butuh nyanyian dan tangisan
Harusnya aku pahami
Kau tak ingin diberi nyanyian dan tangis
Harusnya aku mengerti
Kau tak ingin menari atau mengerti

……………………..

Harusnya aku …


Harus aku kembalikan kesadaran
Bahwa aku tak bisa untuk tidak
Bernyanyi dan menari
Harus aku tak kembalikan kesadaran
Bahwa aku tak bisa untuk tidak
Meluapkan nyanyian dan tangisan

……………………..

Harus …


Harusnya arus ini mengalir
Namun ia tak peduli
Pusarannya terlalu kuat
Melingkar-lingkar di dalam buntu
Menjambak harga dari sebuah nilai

……………………..




Sebenernya yang paling gue suka bagian ini

Aku telah bernyanyi untukmu
Tapi kau tidak juga menari
Aku telah menangis di depanmu
Tapi kau tidak juga mengerti
Haruskah aku menangis sambil bernyanyi

Senin, 03 Oktober 2011

Green Light


I want to know what the meaning of this

I wanted to stay but you do not make me sure for that choice but I idon't have the other

few days to figure out what the meaning of the sentence. I know you are the most know that phrase meant. but I do not have the courage to ask.
Selasa, 27 September 2011

You're The Suvivor




akhir akhir ini gue teringat terus sama etek nani. Mengingat semuanya selalu membuat gue gk tahan untuk meneteskan air mata. Terlebih kalo liat video ini, gue nyimpen video ini di hape dan laptop. Video ini selalu mengingatkan gue tentang semuanya. Terasa sedih ketika gue menyadari bahwa tidak ada lagi sosok dia. Kemarin, uwak ngasih baju dia, masih bisa gue cium aroma dia. Air mata menetes kembali. Agak ragu sebenernya menyimpannya ke lemari takut aroma nya ilang.

Waktu itu dia nanya ama gue, "gimana nilaimu nak? berubah? syukurlah. etek doain juga itu supaya berubah. Kau fokus aja ya belajar jangan dipikirkan apa kata orang." kalimat ini selalu gue inget ampe sekarang.

you're the fighter, the survivor and the winner
semua mencintaimu tapi ternyata Allah lebih mencintaimu
semoga Allah memberikan surga padamu.
Amin

Untuk Seorang Teman


Beberapa waktu yang lalu seorang teman mengirimkan kalimat ini. Katanya biar gue yg lagi galau makin galau kalo baca ini.

Aku Ingin Dicintai Kerana Allah

Jika kau mencintaiku karena kecantikanku.Menyejukkan setiap mata yang memandangnya,Kemudian aku bertanya…Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia.Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena sifatku yang ceria, Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu,Kemudian aku bertanya…..Bila keceriaan itu kelam dirundung duka,Seberapa muram cintamu kan ada?

Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku,Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu,Kemudian aku bertanya….Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka,Seberapa mampu cintamu memendam praduga?

Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku,Membuatmu yakin pada putusanku,Kemudian aku bertanya....Ketika kecerdasan itu berangsur hilang senua,Seberapa


kemarin cuman sampe situ dia ngirimnya karena lewat ym jadi terpotong. Dia bilang ayoo main tebak-tebakan lanjutan dari kalimat seberapa. Dan dengan asalnya gue jawab "seberapa cabe sekilo dipasar?" ya ya ya gue akui merusak banget itu kalimat gue. hahaha. Kebetulan tadi iseng iseng dan nemu lanjutannya.


bijak cintamu tuk tetap mengharapku?

Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki,
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya...Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak,Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?

Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku,Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu,Kemudian aku bertanya….Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai,Seberapa kuat cintamu bertahan?

Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan,Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam,Kemudian aku bertanya….Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat,Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?

Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku,Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku,Kemudian aku bertanya…..Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku Seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku,Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya….Kala iman itu jatuh menurun,Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena,Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta ,yang kan kau pegang sepanjang hayat Kemudian aku bertanya….Pun hati ini tergoncang..Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup,Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku,Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini....Aku ingin kau cintai karena Allah..

Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga,Maka cintaku kan tetap utuh dan setia,Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu,Karena cintaku berpulang pada-Nya..

Untuk dia yang ku ingin dia mencintaiku,kata yang ingin kuucap, kupegang dan kupertahankan..setelah walimatul ursy


*untuk seorang teman yang udah bikin sakit hati dengan kalimat dia sebelum ngirim puisi diatas. seorang teman yang gk bisa ditebak isi hatinya. hahaha
Sabtu, 18 Juni 2011

Bruno Mars-The Lazy Song


ini keknya bakal jadi lagu yang pas banget buat seminggu ke depan. Ya seminggu kedepan sampe akhirnya gue punya kegiatan (tbm camp)



Today I don't feel like doing anything
I just wanna lay in my bed
Don't feel like picking up my phone
So leave a message at the tone
'Cause today I swear I'm not doing anyhing

I'm gonna kick my feet up
Then stare at the fan
Turn the TV on, throw my hand down my pants
Nobody's gonna tell me I can't

I'll be lying on the couch,
just chillin' in my snuggie
Click to MTV, so they can teach me how to dougie
'Cause in my castle I'm the freaking man
Oh Oh

Yes I said it
I said it
I said it 'cause I can

Today I don’t feel like doing anything
I just wanna lay in my bed
Don’t feel like picking up my phone
So leave a message at the tone
'Cause today I swear I'm not doing anything
Nothing at all

Tomorrow I'll wake up do some P90X
Meet a really nice girl, have some really nice sex
She's gonna scream out: 'This is Great'
[Hear me out: this is great]
Yeah

I might mess around, get my college degree
I bet my old man will be so proud of me
But sorry paps, you'll just have to wait
Oh Oh

Yes I said it
I said it
I said it 'cause I can

Today I don’t feel like doing anything
I just wanna lay in my bed
Don’t feel like picking up my phone
So leave a message at the tone
'Cause today I swear I'm not doing anything

No I ain't gonna comb my hair
'Cause I ain't going anywhere
No no no no no no no no no-oh

I'll just strike in my birthday suite
And let everything hang loose
Yeah yeah yeah yeah yeah yeah yeah yeah yeah-eah

Oh
Today I don’t feel like doing anything
I just wanna lay in my bed
Don’t feel like picking up my phone
So leave a message at the tone
'Cause today I swear I'm not doing anything

Nothing at all
Nothing at all
Nothing at all

9:19 PM


Sejujurnya pengen ganti skin blog lah. Udah ngerasa gk pas ama skin yg sekarang. Pengen beresin beberapa konten juga dan nambah beberapa. Tapiii, masalahnya belum nemu skin yang klik ditambah modem masi modem pinjaman, gk enak aja kudu minjem berlama lama. Target sih sebelum ulang tahun gue, udah ganti skin. Tapi judul blog gue keknya tetep lah REMINDER...

Live Traffic Feed

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN VJ) 2009 dan sekarang menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) 2010. seorang pemimpi yang sedang berusaha mewujudkan semua impiannya.

My Followers